Selasa, 16 Desember 2014

Demi masa

Assalamu'alaikum wr.wb

Selamat Siang, Sahabat.
Semoga siang hari (dimana matahari mengerjakan tugasnya dengan sangat baik) ini kita bisa mengerjakan "tugas" dengan baik juga.
Berbicara tentang tugas, sadarkah kita tentang tugas sesungguhnya? (diluar dari tugas kantor/kuliah/sekolah/rumah yang biasa kita kerjakan..) Yap, benar! Tugas kita sebagai manusia yg sebaik-baiknya manusia.

Pada kesempatan siang hari ini, izinkan saya berimajinasi tentang percakapan singkat Dua Sahabat (sebut saja A dan B) yang tidak pernah bertemu lagi sejak 4 tahun lalu, jarang sekali berkomunikasi dan ketika terhubung kembali lewat suatu media sosial mereka "saling menasihati untuk kebenaran, dan saling menasihati untuk kesabaran".

---------------------------------------------------xxxxx------------------------------------------------------------

A: "Kamu udah makan belum?"
B: "Aku gak nafsu makan, nanti aja dijamak, haha"
A: "Kenapa? Weleh2.. emangnya solat"
B: "Lagi ada pikiran, haha"
A: "Perut kamu tuh harus dapet makanan kalo engga entar cacingnya demo, hehe. Pikiran apa..gaya kamu kaya orang tua aja banyak pikiran."
B: "Aku lagi bete sama Allah, do'a aku diundur-undur terus!"
A: "Astaghfirullah kenapa bete sama Allah? Do'a apa? Kamu punya harapan apa sama Allah?"
B: "Tiap aku deket, pasti Allah seakan menjauh, diam, gak ngejawab.. giliran aku bete, aku yg sedih sendiri, terus debat sama batin. Aku kesel. Gatau siapa yg harus aku salahin. Gatau aku kenapa."
A: "Allah itu punya cerita lain buat hambanya....allah itu mau liat hambaNya terus dateng ke Dia. Berdoa sama Dia, Nangis ke Dia....Allah itu sayang sama hambaNya...bukan cuma kamu di dunia ini yang ngerasain kalo terkadang Allah itu terasa jauh, padahal Allah deket banget cuma kita kurang bisa ngerasain itu. Allah selalu minta kita buat khusnudzon...karena Allah tau yang terbaik untuk setiap hambaNya."
B: "CAPEK! AKU CAPEK!"
A: "Semakin kamu merasa capek semakin Allah sayang sama kamu.  Semakin kamu capek semakin kamu hampir ngerasain keberadaan Allah yang deket bgt sama kamu."
B: "Tapi sampe kapaaaaaaaaaaan? GAK ADIL!"
A: "Sampe kamu bisa selalu bersyukur sama apa yang udah Allah kasih ke kamu. Sst! Ga ada yang lebih adil di dunia ini selain kasih sayang Allah sama hambaNya. Allah tuh pengen liat kamu bangkit dari dalam jurang keresahan, Allah pengen kamu daki ribuan permasalahan kamu."
B: "Aku MALES sama kamu! Kamu NYEBELIN!"
A: "Kenapa? Aku salah?"
B: "Aku lagi BADMOOD sama Allah. Kamu ngebuat aku ngerasa semakin bersalah!"
A: "Bukan aku buat kamu ngerasa bersalah....cuma aku mau ngingetin mungkin ada yg kamu lupa dari peran Allah itu sendiri..., Aku cuma berusaha ngeyakinin kamu kalo Allah itu ga pernah kemana mana selalu ada terus buat kita. Aku juga sering kok ngerasa kaya kamu..tapi aku coba selalu bangkit.. karena ketika kita terus berjuang, Allah pasti akan denger doa2 kita."

(Percakapan terhenti, si B tidak membalas)


---------------------------------------------------xxxxx------------------------------------------------------------

Sahabat, ingatkah kita akan ayat singkat dalam Al-Qur'an yang berbunyi: 

"Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran, dan saling menasihati untuk kesabaran." (QS. 103:1-3)

Semoga percakapan imajinasi singkat saya bisa membawa seberkas pesan bagi kita semua.. Allahumma Aamiin.





Salam Santun,


(Shafiyya Hannaani)





Minggu, 14 Desember 2014

Sayang

Assalamu'alaikum  wr.wb

Selamat pagi, Sahabat...
Semoga di hari yang baru membawa semangat pemikiran positif yang baru bagi kita semua. Aamiin.


Pagi hari yang cerah, sehabis solat subuh saya yang sedikit "molor" dari waktunya. Saya memutuskan untuk sebentar saja membuka laptop ini, karena diri ingin menitipkan seberkas semangat untuk insan yang sayang dan disayanginya.  Ketika sebenarnya kedua mata, raga, dan hati ini masih bermanja-manjaan dengan rasa lelah akan kantuk yang melanda layaknya banjir bandang. Saya juga memutar sebuah lagu yang berjudul Sayang - Shae. Menurut saya, lagu itu memiliki "nyawa" yang pas untuk dua insan yang sedang berbunga-bunga akan rasa sayang. Berkali-kali, saya putar, nikmati, alunan lagu yang indah itu.. namun,  di suatu kalinya rasa yang berbeda datang. Saya membayangkan bila alunan lagu itu saya dapatkan dari sosok idaman.. Rasul Allah Shallalla-hhu 'Alaihi Wasallam. Lirik lagunya: 

Sayang apa kabar dengan mu
Di sini ku merindukan kamu
Ku harap cinta mu takkan berubah
Karna di sini ku tetap untukmu
Sayang apa kabar dengan mu
Cobalah kamu telepon diriku
Ku rindu dengar suara indahmu
Karna dirimulah semangat hidupku
Sayang dengarlah permintaan ku
Jangan ragu kan cintaku
Sayang percayalah apa kataku
Karna ku sayang kamu
Sayang dengarlah permintaanku
Jaga hatimu untukku
Sayang dengarlah bisikan hatiku
Karna ku sayang kamu

Saat membayangkan rasanya terasa begitu hangat..Subhaanal dzil-aalaai wan na'maai, berbeda rasanya ketika lagu itu dirasakan untuk insan lain. Saya juga membayangkan suatu hari  diri mendapat E-mail istimewa, dari Muhammad SAW. isi E-mailnya seperti ini: 

Shafiyya Hannaani, saya Muhammad Rasul Allah..
Saya kangen sama kamu, bolehkah  saya satu jam saja datang kerumahmu?
Saya ingin bercerita bareng kamu. Saya ingin pergi menemanimu kemanapun kamu mau. 
Dan tentu saja saya ingin bergaul dengan teman-temanmu. 
Tapi Shafiyya, ada syaratnya, rumahmu sepi dan kamu gak boleh bilang siapa-siapa. 
Juga pada Orangtuamu.
Assalamu'alaikum. 


Lalu, saya berpikir "Bagaimana caranya Beliau bisa benar-benar  menjadi  sahabat saya satu jam  saja?", "Apakah bisa dengan berdiam diri saja Beliau akan  mengirimkan saya E-mail istimewa yang berjuta insan inginkan? (Tentu saja jawabannya tidak!)". Bila saya berdiam diri, saya tidak  akan mendapatkan E-mail istimewa. Rasul Allah seperti  rumah harta karun yang megah... Saya harus sangat berusaha mengetuk dan membuka pintunya untuk mendapatkan harta karun tersebut. Betapa beruntungnya saya bila E-mail istimewa itu benar-benar ada.

Apakah kamu juga mau merasakan ratusan kenikmatannya? Kalau kamu mau terimalah surat itu... Muhammad Rasul Allah akan datang kerumahmu, menjadi temanmu dalam satu jam saja. Maukah kamu menerima surat itu? Maukah kamu mempersiapkan diri menjadi sahabatnya? Jawabanmu pasti mau. Karena saya tidak akan percaya kalau kita begitu nyaman menjadi loser terus-menerus. Allaahhumma shalli 'alaa muhammadin, Allaahhumma shalli 'alaihhi wasalim. Rindu kami padamu Yaa Rasul.




Salam Santun,


(Shafiyya Hannaani)





Entahlah rasa apa

Assalamu'alaikum wr. wb

Sahabat, izinkan saya mengungkapkan suatu rasa yang diri sendiri tak tahu rasa apa.
Ketika tangan ini bungkam seribu bahasa, malu untuk berkeluh kesah pada secarik kertas yang biasa menemani saya dengan setianya. (Saya malu? benarkah? Entahlah... Lets! show it.)

Tengah malam, didalam suatu ruangan, saya mencoba untuk merangkai ungkapan hati melalui sebuah do'a dan puisi. Ungkapan hati ini saya dedikasikan pada pemilik segala rasa dalam jiwa setiap manusia. Rasa yang seringkali diri pun tak mengerti pasti tentang kepastian.

Percayakah diri akan penguasa hati? Yang Maha Suci lagi Nyata dan Tersembunyi.. Raja yang sempurna bersih dari sifat-sifat kekurangan.. Yang Mulia lagi Bijaksana.. Yang Menciptakan dan Merancang.. Pemilik Kewibawaan dan Kekuasaan.. Yang menutupi aib dan Yang Agung.. Ya, Tidak ada yang lain kecuali Allah, Maha Suci Allah, Yang Maha Esa. Sesungguhnya saya mempunyai Tuhan Yang Maha Mengetahui segala isi hati..

Saya juga mempunyai sosok idaman yang begitu tampan, mulia, sabar, lemah lembut, pemaaf, tegas, tegar, penyayang.. semuanya ada pada sosok Rasul Allah Shallalla-hhu 'Alaihhi Wasallam yang amat teramat saya rindukan bertemu dengan beliau.

Dalam hidup ini banyak sekali permasalahan baik ringan maupun berat yang rasanya enggan untuk melangkah maju (Aduhai, diri.. rasanya tak pantas, bagi saya berkeluh kesah atas semua yang terjadi, rasanya tak pantas, bagi saya mengeluh dengan semua anugerah terindah yang telah Engkau berika dalam setiap hembusan nafas yang Engkau titipkan pada jasad ini)  Ya, benar. Saya hanya perlu meningkatkan do'a atas semua usaha yang saya perjuangkan.

Yaa Allah, Yaa Rasul Allah..
Hamba (kata saya terlalu tinggi bagi seseorang yang rapuh dan lemah untuk mengemis ampunan dari Yang Maha Kaya) memohon ampun kepadaMu dari segala dosa yang telah lalu, dan yang kemudian, yang melewati batas yang hamba sembunyikan dan yang terang-terangan serta dosa yang Engkau lebih mengetahuinya, daripada hamba, Engkau Yang Qadim dan Yang Akhir, dan berkuasa atas segala-galanya. Hamba memohon ampun kepadaMu atas amal yang tujuannya untukMu tetapi dicampuri hal-hal yang tidak Engkau ridhai. Hamba memohon ampun kepadaMu atas pengkhianatanku terhadap janjiMu padaku, Hamba memohon ampun kepadaMu atas pelanggaran terhadap suatu yang terlarang.  Hamba memohon ampun kepadaMu atas segala dosa yang tiada pengampunannya kecuali Engkau.

Yaa Allah, Yaa Rasul Allah..
Berikanlah Hamba, Orang-orang yang Hamba tinggalkan dan Orang-orang yang meninggalkan Hamba, cahaya iman, cahaya kasih sayang, cahaya syukur dalam menghadapi perjalanan panjang didunia yang sebenarnya yaitu Akhirat..
Izinkanlah Hamba, Orang-orang yang Hamba tinggalkan dan Orang-orang yang meninggalkan Hamba, untuk selalu bersyukur serta mendapat ampunan & RidhaMu.. Sesungguhnya Engkau dekat dan selalu Melindungi..

Yaa Allah, Yaa Rasul Allah..
Hamba Rindu..


Rindu..
Satu kata dimana hari cerah menjadi kelabu
Ketika merinduMu tak tahu kemana akan menuju
Sanggupkah rindu setia menunggu?
Rindu...
Tak memiliki wujud
Tetapi rindu menangis dalam sujud
Dapatkah tujuan rindu terwujud?
Rindu..
Entah, ada apa dengan otakku
Saat ku sebut namaMu
Hanya satu pinta batinku
Rindukan aku selalu dijalanMu




Salam Santun,


(Shafiyya Hannaani)

(Bukan) Surat Terakhir

Assalamu'alaikum wr.wb...

Hmm, what should I write first? 
Sebenarnya ini bukan pertama kali saya beraktivitas dalam dunia "blog".. sebelumnya saya pernah menulis di berbagai jenis blog, namun, kali ini saya ingin lebih memberi fokus dalam menulis blog baru saya yang berjudul "mind all over matters". Yapp! benar. Saya ingin mengeksplorasi isi otak yang dipenuhi berbagai "pertanyaan rasa" hati terhadap dunia yg fana ini. 

Okay, well! 
Pertama-tama saya ingin mengucapkan Alhamdulillah betapa bahagianya saya masih diberi kesempatan untuk bernafas di tengah malam menjelang pagi buta ini, semoga setiap hembusan nafas saya selalu dirahmatiNya dan membawa kebaikan untuk kehidupan.. Allahumma Aamiin :)

Perkenalkan.... 
Saya adalah seorang perempuan berusia 19 tahun, terlahir dari ayah dan ibu yang sangat penyayang terhadap kedua anaknya. Ya, saya mempunyai seorang adik laki-laki berusia 15 tahun berparas tampan, perawakan tinggi besar, berkulit sawo matang dan memilik alis tebal. How lucky I am! bisa mempunyai mereka dalam perjalanan hidup yang pasti tidak memiliki kepastian selain takdir yang bisa diperjuangkan.

Disini saya akan berbagi kepada para pembaca tentang pengalaman hidup yang (mungkin) bisa memberikan sedikit pencerahan, pembelajaran, menjalin tali silaturahmi diantara kita dan masih banyak ''bisa'' lainnya yang Insya Allah bermanfaat. 


Saya menyadari di usia saya yang terbilang masih "bau kencur", haruslah banyak belajar lebih untuk "bekal" saya di dunia yang sesungguhnya yaitu Akhirat.. maka dari itu saya  mengharapkan saran serta kritik dari Sahabat untuk membangun kebaikan bersama di dunia maupun di akhirat.




Salam Santun,


(Shafiyya Hannaani)